My confession

November 3, 2007

Sindiran

Filed under: Artikel, Pencerahan

Dalam berbicara dengan orang lain, kadangkala dibutuhkan ungkapan sindiran, tidak boleh terang-terangan. Larangan terang-terangan itu adakalanya datang dari syariat, seperti terang-terangan dalam melamar wanita yang masih dalam masa iddah karena ditinggal mati oleh suaminya. Kadangkala berkata terang-terangan membuat orang jatuh pada tuduhan dan fitnah. Oleh karena itu, sindiran menjadi pilihan daripada berkata terang-terangan. Berikut ini contoh-contoh kasus dimana orang diperintahkan menggunakan kata-kata sindiran :

Sebagaimana diketahui, seorang wanita yang ditinggal mati mati oleh suaminya tidak boleh dilamar secara terang-terangan selama dia masih dalam masa iddahnya. Larangan ini berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Akan tetapi diperbolehkan bagi seseorang untuk menyindir dan menunjukkan isyarat bahwa dirinya berkenan menikahi wanita itu. Allah berfirman, "Tidak ada dosa bagi kalian dalam sindiran yang kalian lakukan, seperti melamar para wanita." (QS. Al-Baqarah: 235)

Contoh kata-kata sindiran :

Dalam al-Muwaththa’ , Malik meriwayatkan bahwa Qasim berkata tentang firman Allah, "Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf." (QS. Al-Baqarah: 235) Maksudnya adalah: seorang laki-laki berkata kepada seorang wanita yang masih dalam masa iddah karena ketinggal mati oleh suaminya, , "Engkau mulia bagiku," "Aku ada rasa senang padamu", "Semoga Allah memberimu rezki yang baik," dan kata-kata lainnya yang merupakan ungkapan kehendak melamarnya.

Contoh lain adalah sindiran Aisyah (HR. Bukhari) tentang keutamaan dirinya. Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pandanganmu jika engkau masuk dalam sebuah lembah yang didalamnya ada yang sudah dimakan dan yang belum dimakan. Pada tanaman yang manakah engkau akan mengembalakan untamu?" Beliau menjawab, "Pada tanaman yang belum dimakan." Aisyah bermaksud mengatakan bahwa dari istri-istri Rasulullah hanya dirinya yang perawan ketika dinikahi. Aisyah mengatakan seperti itu dalam rangka menjelaskan posisinya di hadapan Rasulullah, namun dia tidak ingin ada orang lain mencelanya. Maka dia menggunakan kata-kata sindiran.

Contoh dari sindiran lainnya adalah menghindarkan Rasulullah SAW dari menyebut nama. Walaupun beratnya gangguan yang dihadapi oleh Rasulullah SAW dari Abdullah ibn Ubai ibn Salul, beliau naik keatas mimbar dan berkata, "Siapa yang menolongku dari seseorang yang gangguannya menimpa aku dan keluargaku. Demi Allah, hanya kebaikan yang aku ketahui tentang keluargaku." Beliau tidak menyebut nama Abdullah ibn Ubai, hingga Saad ibn Mu’adz bertanya, "Siapakah dia, wahai Rasulullah?. .." (HR. Bukhari dan muslim)

Dari Ibnu Abbas ra. tentang kisah Nabi Ibrahim dengan isteri Ismail (putra Ibrahim)… "Setelah Ismail menikah, Ibrahim datang untuk menjenguknya. Saat itu kebetulan Ismail tidak ada di rumah. Ibrahim menanyakan keadaan Ismail dan keluarganya kepada istrinya. Istri Ismail menjawab, ‘Kami hidup dalam kesulitan… ’ Istri Ismail mengadu kepada Ibrahim. Ibrahim berkata kepadanya, ‘Jika suamimu datang sampaikan salamku padanya dan perintahkan dia untuk mengganti daun pintunya.’ Ketika Ismail datang, dia seolah merasakan ada sesuatu. Maka dia bertanya kepada istrinya, ‘Apakah ada orang yang datang ke rumah kita?’ Istrinya menjawab, ‘Ya, tadi ada seorang tua datang dan ia begini dan begitu. Dia bertanya tentang engkau, maka aku ceritakan kepadanya. Dia juga bertanya tentang kehidupan kita, dan aku menjawab bahwa kehidupan kita susah dan berat.’ Ismail bertanya lagi, ‘Apakah dia menitipkan pesan untukku?’ Istrinya menjawab, ‘Ya, dia memerintahkan kepadaku untuk menyampaikan salam kepadamu dan dia berpesan agar engkau mengganti daun pintumu.’ Ismail melanjutkan, ‘Dialah ayahku. Dia memerintahkan aku untuk menceraimu.. .’" (HR. Bukhari)

Bentuk sindiran lainnya adalah sindiran tentang bersetubuh agar tidak menimbulkan rasa malu. Di dalam al-Qur’an Allah SWT menggunakan beberapa kata untuk mewakili aktivitas persetubuhan. Diantaranya adalah: kata al-masas dalam ayat, "Sebelum kalian bercampur dengan mereka." (QS. Al-Baqarah: 237) Atau menggunakan kata al-ghasyyaan seperti dalam ayat, "Ketika (dia) mencampuri istrinya, maka istrinya hamil kecil beberapa lama." (QS. Al-A’raf: 189) Atau menggunakan kata al-mulaamasah seperti dalam ayat, "Atau setelah kalian bercampur dengan istri-istri kalian." (QS. Al-Ma’idah: 6)

Perhatikanlah akhlak Ummu Darda dalam mengungkapkan apa yang di dalam hatinya. Dari Abi Juhaifah ra., "Rasulullah SAW mempersaudarakan Salman dengan Abu Darda. Salman mengunjungi Abu Darda dan dia melihat Ummu Darda dalam keadaan lusuh. Kemudian Salman bertanya kepadanya, ‘Mengapa kondisimu seperti itu?’ Ummu Darda menjawab, ‘Saudaramu, Abu Darda, tidak punya gairah sama sekali terhadap dunia…’." (HR. Bukhari)

Ummu Darda tampak lusuh dan tidak perhatian pada dirinya sendiri. Maka Salman bertanya kepadanya tentang kondisinya itu, dan Ummu Darda menjawab dengan jawaban yang baik yang keluar dalam hatinya. Pada waktu yang sama, di dalam jawaban itu dia perhatikan pada penampilannya itu dengan model jawab yang sangat beretika, "Saudaramu, Abu Darda, tidak punya gairah sama sekali terhadap dunia."

oleh Musthafa Al-’Adawy
 Sumber : J Komunitas Muslim KPH)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://personalization.blogsome.com/2007/11/03/sindiran/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham