My confession

November 8, 2007

Komunikasi

Filed under: Opini

Dalam posting terdahulu yang berjudul "Koordinasi", penulis menyampaikan bahwa koordinasi merupakan salah satu yang paling mahal harganya di Indonesia. Saking mahalnya harga koordinasi tersbut, sampai-sampai sangat sulit untuk mewujudkan koordinasi tersebut dalam pelaksanaan suatu program/kegiatan ataupun kebijakan. Padahal di Indonesia, terdapat budaya gotong royong yang (katanya) dijunjung tinggi, yang pada dasarnya gotong royong itu sendiri memerlukan adanya koordinasi.

Nah, pada kesempatan ini penulis mencoba melihat permasalahan koordinasi ini pada sisi komunikasi. Jangan-jangan koordinasi itu menjadi suatu hal yang sangat mahal di indonesia karena sering terjadi kegagalan koordinator/konseptor/pemimpin dalam mengkomunikasikan apa yang diinginkannya kepada para pelaksana di lapangan.

Berikut adalah cerita (sangat populer dan selalu disampaikan dalam pelatihan komunikasi) tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam suatu perusahaan, dari pimpinan puncak (Managing Director) hingga ke bawahan (Operator).

Dari Managing Director kepada General Manager : "Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak biasa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka tersebut, semua karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya, kita berkumpul saja di kantin.

Dari General Manager kepada Department Heads : "Sesuai dengan perintah Managing Director, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Managing Director di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."

Dari Department Heads kepada Section Heads : "Sesuai dengan perintah Managing Director, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Managing Director akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."

Dari Section Heads kepada Foreman : "Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Managing Director, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan pagi."

Dari Foreman kepada semua Operator : "Besok pagi, pada jam sembilan, Managing Director akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari."

Dari gambaran di atas, terlihat bahwa ternyata seringkali pesan awal yang ingin disampaikan dapat mengalami perubahan hingga 180 derajat dari maksud awalnya. Mungkin saja hal inilah yang seringkali terjadi di Indonesia. Walaupun bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sama-sama dipahami benar, namun demikian, ternyata tetap saja kejadian ini akan berulang dan berulang. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi bilamana bahasa yang digunakan berbeda dan tingkat pemahaman terhadap bahasa tersebut juga rendah.

Mungkin inilah pula yang terjadi di Indonesia. Dalam komunikasi disebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan penyampaian informasi. Ada dua hal yang menurut penulis penting yaitu bahasa yang digunakan (apakah mudah dimengerti atau tidak), dan latar belakang pendidikan (antara penyampai dan penerima pesan).

Mungkin saja (sekali lagi mungkin) karena latar belakang pendidikan pemimpin negeri ini yang sangat tinggi (Doktor) mengakibatkannya susah untuk berkomunikasi dengan warga negaranya yang latar belakang pendidikannya lebih banyak sangat jauh di bawah (SD sampai dengan SMP), atau mungkin saja karena latar belakang pendidikannya yang terlalu tinggi tersebut mengakibatkan bahasa yang digunakannya menjadi sedemikian susahnya untuk dipahami. Bukankah pada masa-masa perkuliahan dulu, biasanya ketika dosen pengajar mempunyai latar belakang doktor atau profesor, maka perkuliahan menjadi sangat membosankan karena sangat susah mencerna apa yang ingin disampaikan dosen tersebut?

Akhirnya, semoga saja di kemudian hari, kejadian tidak adanya koordinasi karena permasalahan komunikasi akan semakin berkurang. Amin…

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/komunikasi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham