My confession

November 12, 2007

Sepakbola 105 menit

Filed under: Opini

Pertandingan sepak bola antara Persiter dan PSIM di Mandala Krida pada 11 November 2007 kemarin, mungkin layak dicatat dalam Guiness Book of Record. Bagaimana tidak pertandingan sepak bola normal yang seharusnya paling lama 90 menit ditambah injury time paling lama 5 menit berubah menjadi total 105 menit. Bingung kenapa?

Kejadian ini berawal dari putusan kontroversial wasit Daryanto memberikan penalti kepada Persiter pada menit ke 70. Dari tayangan lambat, putusan penalti ini tidak seharusnya diberikan karena pada dasarnya memang tidak terjadi pelanggaran apa pun terhadap pemain Persiter. Bukan berarti penulis membela PSIM, karena penulis adalah warga Yogyakarta. Namun memang demikianlah kejadiannya, bahwa ditinjau dari sudut mana pun memang putusan penalti itu memang tak layak diberikan kepada Persiter.

Akibat putusan kontroversial ini, selain (tentunya dan seperti pertandingan sepak bola Indonesia yang lain) para pemain mengajukan protes sebagai bentuk ketidakpuasan atas putusan tersebut, dan melakukan aksi mogok bermain selama kurang lebih 10 menit. Ketika pemain Persiter hendak mengambil tendangan penalti tersebut, dengan santai kiper PSIM mengambil bola dari titik penalti dan membawanya keluar lapangan. Anehnya lagi, wasit Daryanto tidak mengambil tindakan apa pun (mungkin memang keputusannya itu salah ya…?)

Akhirnya setelah dibujuk oleh official PSIM agar mau bermain kembali, para pemain PSIM kembali masuk ke lapangan hijau untuk melanjutkan pertandingan. Dalam pelaksanaan penalti pun, seharusnya pelaksanaan penalti tersebut diulang karena sebelum  bola ditendang oleh pemain Persiter, para pemain PSIM telah masuk ke kotak 12, namun entah karena merasa bersalah ata apa pun, kembali wasit Daryanto tidak memberikan peringatan.

Tercatat selama pertandingan babak kedua, terutama setelah putusan kontroversial tersebut dijatuhkan, banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pemain PSIM yang (sengaja) dibiarkan oleh wasit Daryanto. Selain itu sampai dengan waktu menunjukkan angka 90 menit, belum (atau mungkin tidak) ada tanda perpanjangan waktu. Tanda perpanjangan waktu baru dikeluarkan pada menit ke-100, dengan perpanjangan waktu selama 5 menit. Dalam masa injury time inilah, akhirnya PSIM mampu menyamakan kedudukan sehingga kedudukan akhir menjadi 1-1.

Penulis tidak akan  mengulas pertandingan tersebut di atas, karena bukan merupakan kompetensi penulis untuk mengulas pertandingan sepak bola. Lha wong nonton sepak bola (terutama liga dalam negeri) saja jarang, apalagi main bola… kok berani-beraninya mengulas pertandingan bola. apa tidak salah???

Satu hal yang menjadi bahan perhatian adalah bagaimana kualitas kepemimpinan ternyata sangat berpengaruh pada jalannya organisasi. Dalam pertandingan sepak bola, pemimpin tertinggi adalah seorang wasit. Ketika seorang wasit tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, secara tidak langsung kualitas pertandingan sepak bola menjadi tidak baik, bahkan bisa menjadi bahan guyonan. Demikian pula halnya dengan organisasi lain atau bahkan negara.

Ketika "wasit" yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, malah ikut bermain dalam permainan yang ada yang timbul adalah kekacauan, atau istilah kerennya menimbulkan budaya KKN alias korupsi, kolusi dan nepotisme. Bukan hanya itu saja, orang yang melihat permainan yang ada akan beranggapan bahwa yang terjadi adalah lelucon semata. Apa pun yang disampaikan oleh pemimpin, baik itu kebijakan, program kegiatan atau apa pun akan dianggap sebagai angin lalu saja alias kentut.

Ketika hal ini terjadi, maka selain kepemimpinan menjadi sesuatu yang sangat tidak efektif, kepemimpinan menjadi sesuatu yang mubazir karena ada atau tidak ada pemimpin tidak ada pengaruhnya sama sekali….

Akhirnya, semoga saja kepemimpinan di Indonesia baik pada saat ini maupun pada masa mendatang tidak lagi menjadi sesuatu yang mubazir atau hanya menjadi bahan lelucon di acara televisi atau bahkan tertawaan negara lain di dunia ini. Amin…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham