My confession

December 13, 2007

Konsisten

Filed under: Opini

Sebuah berita disampaikan Trijaya FM pada Kamis, 13 Desember 2007 pukul 14.30 menyatakan bahwa pemerintah dianggap tidak konsisten berkenaan dengan rencana konversi energi nasional. Sudah kurang lebih 2 minggu ini, warga masyarakat banyak dikejutkan dengan kebijakan pemerintah yang (rencananya) akan mengalihkan penggunaan premium dengan oktan 88 ke premium oktan 90 untuk kendaraan pribadi dan pembatasan pembelian premium maksimal 10 liter per harinya bagi kendaraan angkutan umum, yang (rencananya) akan dimulai dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan alasan konsumsi BBM bersubsidi secara nasional lebih terfokus di wilayah tersebut.

Ketidak-konsistenan pemerintah ini terlihat dari belum lama rencana tersebut diutarakan, ketiaka ternyata harga minyak mentah dunia mulai turun di bawah level 90 dollar pada minggu ini, Wapres menyatakan bahwa rencana tersebut akan ditinjau kembali. Entah apakah mungkin dalam beberapa hari mendatang akan ada revisi lagi dari Wapres mengenai pernyataannya tersebut, mengingat ternyata pada perdagangan Rabu, 12 Desember 2007, harga minyak mentah telah kembali ke level di atas 90 dollar (kurang lebih 94 dollar).

Hal ini menarik untuk diperhatikan, apalagi ternyata ketidak-konsistenan ini bukan hanya terjadi sekali ini saja. Sangat banyak ketidak-konsistenan-ketidak-konsistenan yang sering terjadi di republik ini, apalagi setelah pilpres langsung tahun 2004 yang lalu. Mulai dari ketidak-konsistenan dalam penanganan bencana gempa bumi di Yogyakarta, ketidak-konsistenan dalam penanganan lumpur panas Lapindo, maupun ketidak-konsistenan dalam konversi minyak tanah ke gas, sebagai contoh.

Apakah ketidak-konsistenan ini menunjukkan bahwa pemimpin yang dipilih melalui pilpres langsung tahun 2004 sangat berhati-hati, sehingga saking hati-hatinya entah siapa yang selamat. Ataukah memang inilah yang terjadi ketika ternyata dalam pilpres langsung tahun 2004 yang lalu, pemenangnya mirip seperti pemenang acara ajang pencarian bakat di TV seperti Indonesian Idol, AFI, atau yang terbaru Mama Mia? Dimana untuk menang, seseorang harus mampu menjual ketidakberdayaannya kepada publik, sehingga publik akhirnya mengasihinya dan "menyumbangkan" sebagian biaya pulsanya kepadanya sebagai bentuk dukungan….

Bila memang ini yang terjadi, masih terkait dengan posting terdahulu, manalah mungkin bangsa ini akan mempunyai fighting spirit atau semangat seperti para founding father terdahulu….

Sungguh memang bukan seseorang dengan titel yang berjejal sampai dengan profesor yang diperlukan bangsa ini dalam memimpin, bilamana yang bersangkutan ternyata tidak bisa konsisten. Oleh karena itu, sekarang mungkin saat yang tepat bagi kita semua untuk mulai membuka atau mungkin memasang iklan di surat kabar atau di media informasi lain bahwa bangsa ini membutuhkan PEMIMPIN YANG KONSISTEN, yang antara perkataan dan perbuatan dapat seia sekata.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://personalization.blogsome.com/2007/12/13/konsisten/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham