<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>My confession Comments</title>
	<link>http://personalization.blogsome.com</link>
	<description>Who do you think I am...</description>
	<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 21:31:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Abdul Rosyid</title>
		<link>http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/sudah-lambat-tidak-selamat/#comment-6</link>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 06:55:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/sudah-lambat-tidak-selamat/#comment-6</guid>
					<description>emangnya gua pikirin, cepat atau lambat yang penting saya selamat dunia akherat, sikap pandito durno yang selalu mendua perlu kita tiru demi keselamatan kita ....gitu llhhooo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>emangnya gua pikirin, cepat atau lambat yang penting saya selamat dunia akherat, sikap pandito durno yang selalu mendua perlu kita tiru demi keselamatan kita &#8230;.gitu llhhooo.</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hariman</title>
		<link>http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/sudah-lambat-tidak-selamat/#comment-5</link>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 06:42:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/sudah-lambat-tidak-selamat/#comment-5</guid>
					<description>yang penting cepat tapi selamat...tapi itu sulit yao?
Pada prinsipnya kepemimpinan orang Jawa dengan filsafatnya alon2 waton kelakon (Baca : alon2 waton suwe )sering dipakai oleh para pemimpin dinegeri ini... Topik diatas mengingatkan saya pada filsuf yang diplesetkan Bersakit2 dahulu matilah kemudian, apakah bangsa ini telah sakit oleh pemimpin yang tidak pandai berenang sehingga sakit dan kemudian mati?.
Mentalitas orang jawa yang kurang baik(nrimo ing pandum, kurang wawasan kedepan, kurang berani mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan +-nya etc), khususnya mereka yang menduduki jabatan penting perlu dirubah, bagaimana caranya?
Belajar pada Orang batak (bangsa asli tanah air kita) ....kuncinya berani .....berani mengambil keputusan ....entah apa resikonya dibelakang hari.... matur tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>yang penting cepat tapi selamat&#8230;tapi itu sulit yao?<br />
Pada prinsipnya kepemimpinan orang Jawa dengan filsafatnya alon2 waton kelakon (Baca : alon2 waton suwe )sering dipakai oleh para pemimpin dinegeri ini&#8230; Topik diatas mengingatkan saya pada filsuf yang diplesetkan Bersakit2 dahulu matilah kemudian, apakah bangsa ini telah sakit oleh pemimpin yang tidak pandai berenang sehingga sakit dan kemudian mati?.<br />
Mentalitas orang jawa yang kurang baik(nrimo ing pandum, kurang wawasan kedepan, kurang berani mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan +-nya etc), khususnya mereka yang menduduki jabatan penting perlu dirubah, bagaimana caranya?<br />
Belajar pada Orang batak (bangsa asli tanah air kita) ....kuncinya berani &#8230;..berani mengambil keputusan &#8230;.entah apa resikonya dibelakang hari&#8230;. matur tq</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dewi</title>
		<link>http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/sudah-lambat-tidak-selamat/#comment-4</link>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 06:16:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://personalization.blogsome.com/2007/11/08/sudah-lambat-tidak-selamat/#comment-4</guid>
					<description>setuju..bukan saatnya lagi kita bersikap TERLALU BERHATI-HATI..keburu disamber kucing nanti...hehe. Ya intinya sudah saatnya kita mengambil keputusan cepat, tepat, tegas dan optimis...apalagi sekelas presiden gt loh...Kita sebagai seorang pribadi aja, yang merupakan pemimpin bagi diri sendiri dituntut utk slalu berpikir kritis dan bertindak tepat, apalagi presiden yg jg tdk hanya memikirkan diri sendiri tetapi jg rakyatnya yang berjumlah lebih dari 200 juta penduduk. Bukan hal yang gampang memang, tetapi dengan pengalaman, keyakinan, selalu mengharap yang terbaik kpdNya dan yakin Allah akan mengabulkan doa-doa kita Insya Allah semua akan tercapai dengan baik... </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>setuju..bukan saatnya lagi kita bersikap <span class="caps">TERLALU BERHATI</span>-HATI..keburu disamber kucing nanti&#8230;hehe. Ya intinya sudah saatnya kita mengambil keputusan cepat, tepat, tegas dan optimis&#8230;apalagi sekelas presiden gt loh&#8230;Kita sebagai seorang pribadi aja, yang merupakan pemimpin bagi diri sendiri dituntut utk slalu berpikir kritis dan bertindak tepat, apalagi presiden yg jg tdk hanya memikirkan diri sendiri tetapi jg rakyatnya yang berjumlah lebih dari 200 juta penduduk. Bukan hal yang gampang memang, tetapi dengan pengalaman, keyakinan, selalu mengharap yang terbaik kpdNya dan yakin Allah akan mengabulkan doa-doa kita Insya Allah semua akan tercapai dengan baik&#8230; </p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dewi</title>
		<link>http://personalization.blogsome.com/2007/11/03/kaffah-profesional/#comment-3</link>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 03:35:08 +0100</pubDate>
		<guid>http://personalization.blogsome.com/2007/11/03/kaffah-profesional/#comment-3</guid>
					<description>Alangkah indahnya kalau kita sudah bisa menerapkan Islam scr Kaffah, yang artinya sungguh tidak mudah untuk dilaksanakan, selain hambatannya dari dalam diri kita sendiri juga dari lingkungan sekitar. Contohnya adalah tradisi tahlilan yang menurut sebagian Muslim hal tersebut tidak ada tuntunannya, sehingga sebagian menganggap hal itu adalah Bid'ah. Disatu sisi menyarankan agar ditinggalkan, namun di sisi lain juga kita tidak boleh menutup mata bahwa tradisi tersebut merupakan budaya yang sudah turun temurun dan susah untuk dihilangkan. Jadi sebuah dilematis juga, kita selalu berusaha untuk menjadi Muslim yang Kaffah, namun bagaimanapun kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar, karena sesungguhnya kita adalah makhluk sosial juga. Namun, usaha untuk menjadi seorang Muslim yang Kaffah memang harus selalu kita perjuangkan dalam setiap hembusan nafas kita....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>Alangkah indahnya kalau kita sudah bisa menerapkan Islam scr Kaffah, yang artinya sungguh tidak mudah untuk dilaksanakan, selain hambatannya dari dalam diri kita sendiri juga dari lingkungan sekitar. Contohnya adalah tradisi tahlilan yang menurut sebagian Muslim hal tersebut tidak ada tuntunannya, sehingga sebagian menganggap hal itu adalah Bid&#8217;ah. Disatu sisi menyarankan agar ditinggalkan, namun di sisi lain juga kita tidak boleh menutup mata bahwa tradisi tersebut merupakan budaya yang sudah turun temurun dan susah untuk dihilangkan. Jadi sebuah dilematis juga, kita selalu berusaha untuk menjadi Muslim yang Kaffah, namun bagaimanapun kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar, karena sesungguhnya kita adalah makhluk sosial juga. Namun, usaha untuk menjadi seorang Muslim yang Kaffah memang harus selalu kita perjuangkan dalam setiap hembusan nafas kita&#8230;.</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
